PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA YANG DIAJAR DENGAN METODE BEHAVIOR MODIFICATION DAN METODE GUIDED DISCOVERY PADA SUB POKOK BAHASAN PERSAMAAN KUADRAT DI KELAS X SMA NEGERI 1 PERBAUNGAN

Nasution, Nurliyah and Panggabean, Lena O. (2017) PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA YANG DIAJAR DENGAN METODE BEHAVIOR MODIFICATION DAN METODE GUIDED DISCOVERY PADA SUB POKOK BAHASAN PERSAMAAN KUADRAT DI KELAS X SMA NEGERI 1 PERBAUNGAN. In: Seminar Nasional Matematika (SEMNASTIKA) 2017, 06 May 2017, Medan.

[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (480kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Fulltext.pdf - Published Version

Download (147kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi hasil belajar matematika siswa SMA Negeri 1 Perbaungan masih rendah. Untuk itu penelitian ini bertujuan : 1) Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan metode behavior modification dengan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan metode guided discovery pada sub pokok bahasan persamaan kuadrat di kelas X SMA Negeri 1 Perbaungan. 2) Untuk mengetahui kesulitan belajar matematika yang dihadapi siswa dalam mempelajari sub pokok bahasan persamaan kuadrat di kelas X SMA Negeri 1 Perbaungan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 1 Perbaungan T.A 2008/2009 yang banyaknya 6 kelas dan banyak siswa 230 orang. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen semu. Teknik pengambilan sampel digunakan secara acak. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas X-6 sebagai kelas yang diajar dengan metode behavior modification yang berjumlah 36 orang dan kelas X-5 sebagai kelas yang diajar dengan metode guided discovery yang berjumlah 34 orang. Instrumen dalam penelitian ini berupa soal pre-tes dan post-tes yang bentuknya sama. Tes ini berbentuk essay test yang banyaknya 10 soal, sebelum tes hasil belajar diberikan kepada sampel terlebih dahulu tes divalidasi oleh validator. Sebelum pengujian hipotesis, terlebih dahulu diuji normalitas data dan homogenitas. Dari pengujian ini diperoleh bahwa sampel berdistribusi normal dan homogen. Hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan metode behavior modification rata-rata pre-tes 42,64 dan pos-tes 77,61 maka tingkat perubahan hasil belajar adalah 34,97 lebih tinggi dibanding dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode guided discovery rata-rata pre-tes 42,59 dan pos-tes 70,79 maka tingkat perubahan hasil belajar 28,20. Dengan menggunakan uji statistik-t pada taraf signifikan (=0,05) menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pembelajaran dengan metode behavior modification dengan pembelajaran metode guided discovery (-1,997 < 2,37 atau 2,37 > 1,997). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan metode behavior modification dan metode guided discovery pada sub pokok bahasan persamaan kuadrat di kelas X SMA Negeri 1 Perbaungan T.A 2008/2009. Dari tes hasil belajar siswa dan hasil wawancara diperoleh bahwa siswa masih mengalami kesulitan belajar matematika pada sub pokok persamaan kuadrat namun banyaknya siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika ini berkurang.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Keywords: Behavior modification; Guided discovery; Persamaan kuadrat; Metode pembelajaran; Hasil belajar
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1025 Teaching (Principles and Practice)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Q Science > QA Mathematics
Divisions: Program Pasca Sarjana > Pendidikan Matematika
Depositing User: Mrs Harly Christy Siagian
Date Deposited: 30 Oct 2017 04:06
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/26903

Actions (login required)

View Item View Item