REKONSTRUKSI IDENTITAS ETNIK PADA KELOMPOK KOMUNITAS ETNIK MANDAILING DI KOTA MEDAN

Nurhabsyah, (2007) REKONSTRUKSI IDENTITAS ETNIK PADA KELOMPOK KOMUNITAS ETNIK MANDAILING DI KOTA MEDAN. Masters thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
015050043 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (501kB) | Preview
[img]
Preview
Text
015050043 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (370kB) | Preview
[img]
Preview
Text
015050043 Abstrak.pdf - Published Version

Download (294kB) | Preview
[img]
Preview
Text
015050043 Bab I.pdf - Published Version

Download (523kB) | Preview
[img]
Preview
Text
015050043 Bab V.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
015050043 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (227kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini memiliki tiga tujuan terkait yakni, pertama untukmengetahui kecenderungan penguatan identitas etnik di kalangan kornunitas Mandailing di Kota Medan. Kedua yaitu untuk mengetahui peranan agama Islam dalam mempengaruhi identitas etnik dan ketiga untuk mengetahui strategi kelompok etnik Mandailing dalam mempertahankan identitasnya.Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif denganpendekatan deskriptif, bersumber dari subjek penelitian sebagai gambaran yang cermat mengenai rnasyarakat, fenomena dari kelompok tertentu. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dari informan yang ditentukan secara tidak terbatas yang dihimpun rnelalui wawaneara tak berstruktur, pengamatan beserta elan penelitian dokumen.Wawancara tak berstruktur adalah penghimpun data utama yang dilakukan dengan cara 1) wawancara yang herfokus 2) wawancara babas dengan pertanyaan¬pertanyaan terbuka. Observasi, wawancara dan dokumen akan dijadikan sebagai referensi dalam melakukan analisis masalah penelitian.Data yang telah dihimpun akan dianalisis sepenuhnya secara deskriptif. Langkah analisa data dengan membuat abstraksi, membuat satuan-satuan dengan cara kategorisasi, pernberian kode, pemeriksaan keabsahan data serta menginterpretasikan data dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ; Pertmna, masyarakat Mandailingsetelah menganut agama Islam lebih cenderung kepada ajaran agama Islam. Sedangkan pelaksanaan adat istiadat masih tetap dipakai, namun dipaharni berdasarkan agama Islam dan hal-hal yanti dilarang oleh agama Islam telah ditinggalkan. Kedua, Agarna dapat dijadikan sebagai penentuan identitas kelompok etnik, karena agama mampu menjali satu pandangan hidup manusia dalam kehidupan masyarakatnya. Agama rnatnpu rnembatasi setiap gerak kehidupan manusia dan mampu mempersatukan berbagai kelompok etnik,sehingga identitas kelompok etnik dapat tetap terpelihara. Agama mampu memisahkan kelompok etnik, namun mampu meningkatkan kesadaran solidaritas etnik. Ketiga, Identitas etnik mampu bertahan walaupun berharapan dengan kelompok lain dengan menyembunyikan identitasnnya.Adat budaya Mandailing yang terdapat dan hidup dalam masyarakatnya haruslah tetap dimunculkan agar tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat itu sendiri. Meskipun tidak ada hubungan antara agama dan adat budaya, tetapi masih tetap bisa diketemukan dan dipertahankan di segala aspek kehidupan yang dipengaruhi oleh agama Islam. Dengan dernikian antara agama dan adat Melayu dapat hidup dan lestari.

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorLubis, Nur Ahmad Fadhil150222671
Thesis advisorRaiduri, Ratih132288330
Call Number: 305.8 Nur r
Keywords: Etnik; Agama; Migrasi; Rekonstruksi; Sosial budaya
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN537 Ethnic groups and races
Divisions: Program Pasca Sarjana > Administrasi Pendidikan
Depositing User: Mrs Yuni Chairani
Date Deposited: 09 Apr 2016 08:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/2655

Actions (login required)

View Item View Item