KARYA-KARYA TENGKU AMIR HAMZAH YANG BERSIFAT HEROIK (1928-1946)

Lubis, Muhammad Nur (2017) KARYA-KARYA TENGKU AMIR HAMZAH YANG BERSIFAT HEROIK (1928-1946). Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1.NIM.3133321039 COVER.pdf - Published Version

Download (224kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. NIM.3133321039 APPROVAL SHEET.pdf - Published Version

Download (546kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3.NIM.3133321039 ABSTRACT.pdf - Published Version

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4.NIM.3133321039 PREFACE.pdf - Published Version

Download (302kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5.NIM.3133321039 TABLE OF CONTENT.pdf - Published Version

Download (326kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6.NIM.3133321039 CHAPTER I.pdf - Published Version

Download (495kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10.NIM. 3133321039 CHAPTER V.pdf - Published Version

Download (301kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11.NIM.3133321039 BIBLIOGRAPHY.pdf - Published Version

Download (201kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keberadaan karya-karya puisi Tengku Amir Hamzah yang bersifat heroik dalam arti membangkitkan semangat nasionalisme. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencari dan mengumpulkan sebanyak banyaknya data yang berkaitan dengan Perjuangan Tengku Amir Hamzah Sebagai Pahlawan Nasional untuk kemudian di analisa serta dikomparasikan(banding). Berdasarkan hasil penelitian memperlihatkan bahwa Tengku Amir Hamzah sebagai pejuang yang turut serta dalam kongres pemuda di Jawa pada tanggal 28 Oktober 1928 dan juga sebagai anggota Indonesia muda dari Solo. Alm. T. Amir Hamzah dikenal mempunyai banyak teman yang pada saat itu berperan sebagai Perdana Menteri, sebagai Menteri, sebagai Pejabat penting A.K. Gani, Sukiman SH, Sutan Syahrir, Bung Tomo, dikalangan seniman dalam Pujangga Baru tahun 1993 Sutan Takdir Alisyahbana, Armin Pane, Achdiat K. Miharja, Dada Meuraxa, dan lain-lain. T. Amir Hamzah dalam pergerakan Indonesia Muda di Solo itu banyak menyumbangkan tenaga dan fikirannya. Menurut hasil penelitian saya, sampai Akhir Hayatnya Tengku Amir amzah mewarisi 160 karya sastra diantarnya 50 sajak asli,77 sajak terjemahan, 18 prosa liris, 1 prosa liris terjemahan, 13 prosa, 1 prosa terjemahan. Bahkan beliau juga termasuk salah seorang tokoh kebudayaan yang mempunyai peran besar didalam mengembangkan, meningkatkan, serta memajukan bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan (Bahasa Nasional) yang merupakan bukti atas dirinya sebagai seorang pejuang yang sejak masih muda sudah mencintai, merindukan, dan mengabdikan dirinya kepada perjuangan kemerdekaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorSaragih, Syahrul Nizar197710012010121003
Call Number: SK-2017 SJRH 069
Keywords: Konsep perjuangan; Konsep puisi; Konsep syair
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mrs Siti Nurbaidah
Date Deposited: 19 Sep 2017 09:07
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/26512

Actions (login required)

View Item View Item