PERUBAHAN BUDAYA DALAM PENGELOLAAN PERTANIAN (SUATU STUDI PADA MASYARAKAT ETNIK MELAYU DAN JAWA DI DESA PERHIASAN SELESAI KABUPATEN LANGKAT)

Thamrin, Muhammad Husni (2007) PERUBAHAN BUDAYA DALAM PENGELOLAAN PERTANIAN (SUATU STUDI PADA MASYARAKAT ETNIK MELAYU DAN JAWA DI DESA PERHIASAN SELESAI KABUPATEN LANGKAT). Masters thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. 025050104 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (65kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. 025050104 Abstrak.pdf - Published Version

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. 025050104 Daftar isi.pdf - Published Version

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. 025050104 Bab I.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. 025050104 Bab VI.pdf - Published Version

Download (511kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. 025050104 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (262kB) | Preview

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan budaya dalam pengelolaan pertanian tanaman padi, faktor-faktor apa raja yang mengakibatkan terjadinya perubahan budaya dalam pengelolaan pertanian tanaman padi serta apakah terdapat akulturasi Budaya antara masyarakat Melayu dan Jawa dalam pengelolaan pertanian di desa Perhiasan Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat.Adapun masalah yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perubahan budaya dalam pengelolaan pertanian tanaman padi pada masyarakat Melayu dan Jawa di desa Perhiasan Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat. Data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara wawancara atau interviuw secara mendalam, observasi peserta dan dokumentasi foto. Data-data yang telah dikumpulkan tersebut akan dianalisis sepenuhnya dengan metode penelitian deskriftif dengan pendekatan kualitatif.Hash penelitian menunjukkan bahwa: Terjadi perubahan budaya dalam pengelolaan pertanian tanaman padi pada masyarakat Melayu dan Jawa di desa Perhiasan. Artinya, peranan budaya tradisi sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat Jawa dan Melayu seperti budaya turun ke sawah, penentuan hari baik dalam bertanam dan panen, pelaksanaan ritual adat dalam memulai dan masa panen serta pemberian sajen dan pembacaan doa-doa ataupun mantra. Faktor-faktor yang menimbulkan adanya perubahan budaya dalam pengelolaan pertanian itu adalah agama, kemajuan pola fikir anggota masyarakat, kemajuan bioteknologi serta memudarnya pemaknaan budaya terhadap pengelolaan pertanian. Faktor ini pada akhirnya menciptakan kesadaran dalam penggunaan cara-cara baru dalam teknik dan pola pertanian. Selain itu, sekaligus mematahkan anggapan bahwa budaya tradisi memiliki peranan yang menentukan dalam memproleh produktifitas padi yang relatif memuaskan. Terdapat akulturasi antara budaya pengelolaan pertanian pada masyarakat Jawa dengan Melayu. Akulturasi pola pengelolaan pertanian tampak pada adanya kemiripan (atau percis sama) dalam pelaksanaan cara-cara pertanian tanaman padi. Bahwa, tradisi pertanian path sawah yang dibawa oleh petani kelompok Jawa yang masuk ke desa Perhiasan, kemudian di adopsi oleh masyarakat Melayu sebagai budaya mereka sendiri. Secara iambat laun, budaya bertani sawah tersebut menjadi budaya lokal yang umum bagi masyarakat desa Perhiasan.

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorGultom, Ibrahim195707031986011001
Thesis advisorAndayani, Trisni195802091984032002
Call Number: 571 Muh p
Keywords: Inovasi; Revolusi hijau; Budaya Pertanian
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN357 Culture and cultural processes
S Agriculture > SB Plant culture > SB112 Irrigation farming
Divisions: Program Pasca Sarjana > Antropologi Sosial
Depositing User: Mrs Elsya Fitri Utami
Date Deposited: 09 Apr 2016 08:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/2551

Actions (login required)

View Item View Item