HUBUNGAN TAUKE DENGAN NELAYAN DALAM KESEPAKATAN KERJA BERSAMA (KKB)

Tarigan, Nelson (2008) HUBUNGAN TAUKE DENGAN NELAYAN DALAM KESEPAKATAN KERJA BERSAMA (KKB). Masters thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. 015050014 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (447kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. 015050014 Abstrak.pdf - Published Version

Download (332kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. 015050014 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (418kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. 015050014 Bab I.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. 015050014 Bab V.pdf - Published Version

Download (263kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. 015050014 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (373kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan Tauke dengan nelayan dalam. Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) yang di bangun dengan dasar saling percaya. Kesepakatan kerja bersama dalam hubungan patron-client dengan bingkai kekuasaan atas dasar hukum kepemilikan yang cenderung eksploitatif, mengejar berbagai keuntungan dengan memandang buruh sebagai sarana produksi dan mengabaikan tenaga kerja manusia sebagai objek kepedulian,. merupakan bentuk dominasi tauke atas sikap ketergantungan nelayan. Penelitian ini dilakukan pada kalangan nelayan buruh di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) Gabion Belawan. Metode yang dilakukan untuk mendapatkan data adalah observasi, wawancara serta terlibat langsung dalam proses produksi, alctivitas bongkar muat, penimbangan/Ielang hingga pembagian hasil dan direkam dalam gambar foto sebagai dokumentasi. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa membangun hubungan kerja dilakukan oleh tauke dengan tekong tanpa melibatkan nelayan buruh, sehingga butir-butir kesepakatan yang ditentukan dalam KKB dianggap keputusan sepihak akibatnya nelayan buruh dalam pekerjaannya mengalami berbagai tekanan. Dalam aktifitas produksi, nelayan dirugikan dengan perhitungan hasil timbang serta harga jualilelang yang ditentukan oleh tauke dibawah harga pasar. Pemberlakuan sistem bagi hasil tidak memberikan upah yang layak, nelayan semakin terjebak dalam sikap ketergantungan, akibatnya tauke semakin leluasa bertindak. Menyikapi kondisi pekerjaan yang kurang kondusif, maka pendekatan persuasif dalam mengajukan tuntutan perubahan yang ditawarkan oleh nelayan perlu mendapat perhatian dan berbagai pihak demi tercapainya peningkatan produktivitas serta kepuasan kerja dalam hubungan yang saling menguntungkan. Secara faktual dapat disimpulkan bahwa kesepakatan kerja bersama yang dibangun tidak memberikan jaminan hak nelayan dan kewajiban tauke dan secara konseptual dapat dikatakan bahwa mengaburkan isi dan kesepakatan kerja bersama lebih cenderung eksploitatip.Untuk itu disarankan didalain membangun hubungan kerja sebagai kesepakatan bersama perlu dilibatkan nelayan pekerja

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorSimanjuntak, Bungaran A.130344786
Thesis advisorPelly, Usman130215071
Call Number: 305.554 Tar h
Keywords: Nahkoda; Mansinis: Melaut; Ikan
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN357 Culture and cultural processes
Q Science > QL Zoology > QL605 Chordates. Vertebrates > QL614 Fishes
Divisions: Program Pasca Sarjana > Antropologi Sosial
Depositing User: Mrs Elsya Fitri Utami
Date Deposited: 09 Apr 2016 08:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/2529

Actions (login required)

View Item View Item