ANALISIS PENGARUH SEKTOR UNGGULAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN SUMATERA UTARA

Nasir, M. (2015) ANALISIS PENGARUH SEKTOR UNGGULAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN SUMATERA UTARA. In: Seminar Hasil Penelitian Lembaga Penelitian Unimed tahun 2015 Bidang Sain, Teknologi, Sosial, Bahasa dan Humaniora, Medan.

[img]
Preview
Text
Fulltext.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh wilayah Sumatra Utara terdiri dari 25 Kabupaten, memiliki beranekaragam sumbedaya, dari sumberdaya tersebut dihasilkan barang dan jasa sebagai output dan merupakan indicator keberhasilan tingkat kesejahteraan masyarakat. Ada sembilan sector yang membentuk output tersebut, dari kesembilan sector tadi terdapat dua sector yang unggul yaitu sector pertanian dan sector pertambangan, penggalian. Permasalahaannya adalah seberapa besar pengaruh sector unggul tersebut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumatra Utara. Permasalahan ini memunculkan tujuan yaitu untuk mengetahui pengaruh sector unggul pertanian dan sector unggul pertambangan, penggalian terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumatra Utara. Penelitian ini menggunakan data time series tahun 1993-2014 yang diambil dari BPS Sumatra Utara. Untuk menentukan sector unggul digunakan model LQ, untuk melihat pengaruh sector unggul terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumatra Utara digunakan regresi data panel modelnya sbb: lnΔY = β0 +β1ln X1 it + β2ln X2 it + ϵit kemudian dilakukan uji-t , uji-F , uji R2 sedangkan untuk memilih model digunakan Hausman Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fariabel bebas sector unggulan pertanian koefisiennya bertanda positif artinya adanya peningkatan nilai LQ pada sector unggulan pertanian meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumatra Utara. Demikian juga fariabel bebas sector unggulan pertambangan, penggalian koefisiennya bertanda negative artinya peningkatan nilai LQ pada sector unggulan pertambangan, penggalian mengakibatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumatra Utara menurun, hubungan negative ini disebabkan pada awalawalnya Kabupaten Sumatra Utara nilai LQ dari sector pertambangan, galian banyak mendapatkan nilai LQ < 1, ini artinya daerah Kabupaten Sumatra Utara pada masa awal masih banyak belum mampu memenuhi kebutuhan sendiri atas barang-barang yang berasal dari sector pertambangan, galian. Untuk memenuhi kebutuhan ini didatangkan dari daerah lain sehingga terjadi kebocoran hal ini dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumatra Utara.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Keywords: Pertumbuhan ekonomi; Pertanian; Pertambangan; Penggalian
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD72 Economic growth, development, planning
Divisions: Fakultas Ekonomi > Akuntansi
Depositing User: Mrs Harly Christy Siagian
Date Deposited: 13 Jul 2017 09:22
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/24889

Actions (login required)

View Item View Item