EKSPRESI IDENTITAS ETNIK JAWA DELI DALAM UPACARA PERKAWINAN (STUDI DI DESA MANUNGGAL KECAMATAN LABUHAN DELI KABUPATEN DELI SERDANG)

Khairani, Leylia (2009) EKSPRESI IDENTITAS ETNIK JAWA DELI DALAM UPACARA PERKAWINAN (STUDI DI DESA MANUNGGAL KECAMATAN LABUHAN DELI KABUPATEN DELI SERDANG). Masters thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. 072188530006 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (268kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. 072188530006 Abstrak.pdf - Published Version

Download (335kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. 072188530006 Bab I.pdf - Published Version

Download (971kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. 072188530006 Bab V.pdf - Published Version

Download (244kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. 072188530006 Daftar isi.pdf - Published Version

Download (146kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan bagaimana ekspresi identitas etnik Jawa Deli melalui perubahan-perubahan dalam upacara perkawinan yang mereka laksanakan sejak awal kedatangan mereka sampai saat ini.Untuk mengungkapkan data tersebut, maka dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif dan pendekatan prosesual. Data di lapangan diperoleh melalui teknik observasi partisipasi, wawancara, dan studi dokumen.Tujuan penelitian ini ingin mengungkapkan bagaimana strategi orang Jawa Deli dalam merekonstruksi kebudayaannya melalui tradisi-tradisi yang dilaksanakan melalui upacara perkawinan. kemudian menganalisisnya berdasarkan perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam pelaksanaan upacara perkawinan yang dikembangkan bahkan diubah yang merupakan kreativitas budaya yang diciptakan sebagai suatu reinterpretasi dad ekspresi identitas orang Jawa Deli.Dan penelitian ini, diperoleh hasil bahwa orang Jawa yang didatangkan sebagai pekerja kontrak perkebunan sejak akhir 1860-an, menghadapi situasi perkebunan yang membuat mereka mengalami penderitaan. Hal itu berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi, yang mengakibatkan pengaburan identitas sehingga tidal( dapat mengekspresikankebudayaannya, bahkan dalam tatakrama dan interaksi sosial mereka sama sekali tidak menunjukkan etika kejawaannya. Setelah mereka mulai menjauhkan diri dari status kuli kontrak dan mendiami pemukiman-pemukiman di pinggiran perkebunan dan bahkan bergeser ke pusat-pusat kota sekitar 1890-an, memungkinkan mereka untuk merekonstruksi kembali kebudayaannya. Keluarnya mereka dari perkebunan memungkinkan mereka melalcukan interaksi dengan priayi yang datang pada awal abad 20. Dari hasil interaksi tersebut, muncullah istilah di dalam kelompok orang Jawa sendiri yang membedakan mereka satu sama lain yaitu Jawa totok untuk kelompok priayi dan Jawapranakan untuk orang Jawa Deli. Interaksi manghasilkan pengadopsian beberapa simbol kebudayaan yang dibawa oleh priayi yang terlihat dalam upacara perkawinan, tetapi orang Jawa beli tetap mempertahankan kekhasannya sendiri dalam upacara nemokkan. Pengadopsian juga terjadi pada beberapa simbol kebudayaan Melayu seperti marhaban, tepung tawar, dan balai.Identitas Jawa Deli dapat ditemukan pada tradisi yang dilaksanakan pada upacara perkawinan. Identitas tersebut merupakan corak kebudayaan yang Ichas dan hanya ditemukan pada upacara perkawinan orang Jawa Deli. l)apat disimpulkan bahwa tradisi yang dilaksanakan oleh orang Jawa Deli merupakan varian lain dan kebudayaan Jawa yang ada di Pulau Jawa.

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorPelly, UsmanUNSPECIFIED
Thesis advisorDamanik, Ibnu Hajar196305201987031004
Call Number: 306.82 Ley e
Keywords: Identitas; Aspirasi Politik; Tradisi; Upacara Nemokkan
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN537 Ethnic groups and races
Divisions: Program Pasca Sarjana > Antropologi Sosial
Depositing User: Mrs Elsya Fitri Utami
Date Deposited: 09 Apr 2016 08:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/2454

Actions (login required)

View Item View Item