PERUBAHAN FUNGSI DAN MAKNA ANAK LAKI-LAKI PADA KOMUNITAS BATAK TOBA-KRISTEN : SUATIU KAJIAN ANTROPOLOGIS PADA MASYARAKAT DESA CINTA DAMAI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN

Tambunan, Morinah (2006) PERUBAHAN FUNGSI DAN MAKNA ANAK LAKI-LAKI PADA KOMUNITAS BATAK TOBA-KRISTEN : SUATIU KAJIAN ANTROPOLOGIS PADA MASYARAKAT DESA CINTA DAMAI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN. Masters thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. 025050077 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (794kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. 025050077 Abstrak.pdf - Published Version

Download (456kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. 025050077 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (803kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. 025050077 Bab I.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. 025050077 Bab V.pdf - Published Version

Download (651kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. 025050077 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (814kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, menggunakan teknik pengumpulan data observasi, survei, wawancara, angket dan studi kepustakaan untuk mempelajari, menginterpretasi, dan menganalisis bagaimana perubahan fungsi dan makna anak laki-laki pada komunitas Batak Toba di Desa Cinta Damai, Kecarnatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.Komunitas Ratak Toba sangat mendambakan kehadiran anak laki-laki dalam keluarga, karena fungsi dan maknanya dalam adat. Namun sejak masuknya agarna Kristen ke tanah Batak telah banyak menggeser sendi kehidupan adat Batak Toba, termasuk tentang kehadiran anak laki-laki di tengah keluarga. Hal itu juga menggejala di Desa Cinta Damai.Untuk menganalisis bagaimana aktualisasi perubahan fungsi dan makna anak laki-laki pada komunitas Batak Toba, menggunakan teori perubahan sosial dan teori perubahan nilai dengan mengelompoidcan subjek penelitian berdasarkan usia, sehingga diketahui pada sekmen mana perubahan itu tedadi. Pengelompokan usia tersebut yaitu, (1) Kelompok yang sangat menjunjung tinggi warisan adat yang meyakini bahwa kehadiran anak laki-laki dalam satu keluarga merupakan sesuatu yang mutlak. Karena jika tidak, silsilah keluarga itu akan terputus (punu). Kelompok ini berkisar antara usia 50 hingga 70 tahun ke atas, (2) Kelompok yang juga menganggap kehadiran anak laki-laki penting tetapi tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang mutlak. Kelompok ini berkisar antara 40 sampai 49, (3) Kelompok yang samasekali tidak peduli dengan sikap pandangan kelompok pertama dan keklua, dan berpandangan bahwa anak laki-laki atau perempuan sama saja. Kelompok ini berkisar antara kurang dari 30 tahun hingga 39 tahun,Perubahan tersebut sudah mengejala pada usia 40 tahun sampai 49 tahun dan perubahan itu semakin jelas tampak pada usia kurang dari 30 tahun hingga 39 tahun.

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorLubis, Nur A. FadilUNSPECIFIED
Thesis advisorDamanik, Ibnu HajarUNSPECIFIED
Call Number: 301 Tam p
Keywords: Adat Istiadat; Tradisional Batak Toba
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN301 Ethnology. Social and cultural anthropology
Divisions: Program Pasca Sarjana > Antropologi Sosial
Depositing User: Mrs Elsya Fitri Utami
Date Deposited: 09 Apr 2016 08:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/2325

Actions (login required)

View Item View Item