GURO-GURO ARON PEEK MASYARAKAT KARO : KAJIAN TERHADAP PERUBAHAN BENTUK PERTUNJUKAN

Rahmah, Sitti (2004) GURO-GURO ARON PEEK MASYARAKAT KARO : KAJIAN TERHADAP PERUBAHAN BENTUK PERTUNJUKAN. Masters thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. 015050021 Cover.pdf - Published Version

Download (106kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. 015050021 Lembar Pengesahan.pdf - Published Version

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. 015050021 Abstrak.pdf - Published Version

Download (379kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. 015050021 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (212kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. 015050021 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (276kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. 015050021 Daftar Tabel.pdf - Published Version

Download (209kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. 015050021 BAB I.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
13. 015050021 BAB VII.pdf - Published Version

Download (744kB) | Preview
[img]
Preview
Text
14. 015050021 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (302kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari, menggarribarkan, mengurailcan dan menganalisis perubahan bentuk pertunjukan guro-guro aron pada masyarakat KaraGuro-guro aron merupakan salah sate bentuk kesenian tradisional masyarakat Karo yang sampai saat ini masih tetap eksis meskipun telah melewati perjalanan waktu dari masa ke masa. Dan data yang di peroleh menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan pada bentuk pertunjukan guro-guro aron. Perubahan tersebut dapat diamati baik secara konteksnya, teknik pelaksanaannya, maupun unsur-unsur dalam pertunjukarmya.Konteks pertunjukan guro-guro aron awalnya berkaitan dengan siklus sistem pertanian sebenarnya yang memiliki fungsi primer yakni sebagai sarana ritual, hiburan pribadi, serta presentasi estetis. Sejalan dengan perubahan waktu dan perkembangan zaman, konteks pertunjukan mengalami perubahan dan penambahan yakni berkaitan dengan siklus sistem pertanian tetapi hanya sebagai simbolis saja, dan konteks yang terlepas dari sistem pertanian yang memiliki fungsi primer dan sekunder.Teknik pelaksanaan pertunjukan sekarang Iebih mengutamakan cara kerja yang lebih praktis. Pelaksanaan pertunjukan dilaksanakan pada suatu tempat yang dinamakan losd atau jam bur, dengan memilih waktu pada saat libur atau saat tertentu. Durasi pertunjukan tergantung pada kesepakatan bersama, umumnya sekarang hanya dua kali sangket. Keterlibatan orang tua tidak merupakan suatu keharusan, karena fungsi guro-guro aronsoukan lagi sebagai arena mencari jodoh.Perubahan bentuk pertunjukan guro-guro aron diamati melalui elemen-elemen seperti taxi (landelc), alat musik (gendang), lagulnyanyian, dan busana. Jika dahulu tidak dibenarkan menari dengan pasangan yang tidak layak untuk melakukan perkawinan (tabu landek), namun sekarang tidak lagi merupakan suatu masalah utama karena acara tidak untuk mempertemukan jodoh hanya sebagai hiburan saja. Mat musik yang digunakan sekarang tunumnya keyboard yang telah menggeser keberadaan musik tradisional Karo. Lagu-lagu/nyanyian yang sering ditampilkan sekarang umumnya adalah lagu-lagu papuler Karo yang mengikuti irama inelayu, dangdut, disco, dsb. Teijadi keragaman dalam pemakaian busana dengan modemengikuti gaya modern, dan perpaduan mode/ gaya dari etnis lainnya. AdanyaIcragarnan pemakaian busana dalam pertunjukan tergantung dari kesepakatan bersama, dan tidak terlepas dari situasi dan kondisi dana serta selera pelaku yang terkait didalam pertunjukan tersebut.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa eksistensi guro-guro aron pada masa sekarang hanya tinggal kulit luamya saja. Terjadinya penyimpangan dan pergeseran• ustru membuat survive keberadaannya, dan merupakan salah sate jawaban dari tantangan yang diberikan jaman modern yang juga telah menggeser berbagai aspek kehidupan, baik budaya, ekonomi, dan sosial masyarakat Kara khususnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorSibarani, RobertUNSPECIFIED
Thesis advisorTampubolon, JongkersUNSPECIFIED
Call Number: 306.47 Rah g
Keywords: Sistem Kepercayaan; Identitas Masyarakat Karo
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN301 Ethnology. Social and cultural anthropology
H Social Sciences > HM Sociology > HM621 Culture
Divisions: Program Pasca Sarjana > Antropologi Sosial
Depositing User: Mrs Elsya Fitri Utami
Date Deposited: 09 Apr 2016 08:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/2322

Actions (login required)

View Item View Item