PERANAN DALIHAN NATOLU DALAM MEWUJUDKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI BALIGE

Harahap, Mukti Ali (2004) PERANAN DALIHAN NATOLU DALAM MEWUJUDKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI BALIGE. Masters thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. 025050108 Cover.pdf - Published Version

Download (60kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. 025050108 Lembar Pengesahan.pdf - Published Version

Download (70kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. 025050108 Abstrak.pdf - Published Version

Download (99kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. 025050108 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (190kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. 025050108 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (66kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. 025050108 Daftar Tabel.pdf - Published Version

Download (47kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. 025050108 Daftar Gambar.pdf - Published Version

Download (47kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. 025050108 Bab I.pdf - Published Version

Download (725kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. 025050108 Bab IV.pdf - Published Version

Download (81kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10. 025050108 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (97kB) | Preview

Abstract

Saat ini isu kerukunan umat beragama semakin aktual untuk dibicarakan mengingat terjadiriya beberapa kerusuhan berbau againa di Indonesia seining dengan mencuatnya politik identites kelompok pasca tahun 1997. Untuk mencapai kerukunan umat beragama dipertukan proses dan kerja keras, sebab agama merupakan hal yang suci dan memiliki otoritas kebenaran tersendiri yang barns diyakini pemeluknya serta hams discbarkan kepada orang lain. Peranan budaya lokal berupa pranata adat istiadat masyarakat seteinpat sebagai sistem sangat diperlukan dalam membina keharmonisan hubungan antar perncluk agama, kelompok etnik dan elemen masyarakat lainnya. Sepern halnya di Balige dengan perangkat Dahhan Na Miu masyarakatnya telali melakukan kerja sama yang baik terhadap toleransi beragama. Karenanya perlu dilihat peranan lembaga itu dalam membina masyarakatnya agar tetap harmonisPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan nankin untuk mengungkapkan peranan Dahhan Na Tolu dalam mewujudkan keharmonisan hubungan antar tuna( beragama dan untuk melihat peranan sistem kekerabatan terhadap rasa saling mengahargai dalam menjalankan ajaran agama masing-masing. Sedangkan kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan masukan kepada masyarakat, dan pemerintah agar memberdayakan lembaga adat dalam kehidupan bermasyarakat dan hubungan antar umat beragama. Secara teoritis dapat menjadi kerangka konseptual dalam membina kerukunan umat beragama di daerah yang multi etnik danDari hasil penelitian ditemukan bahwa Dahhan Na Tolu merupakan lembaga sentral dalam mengatur berbagai kehidupan masyarakat, bahkan pranata ini terkadang dianggap lebih mengikat daripada kekliatan agama hertradisi besar. Sedemikian kuatnya maka dalam pandangan masyarakat Balige tidak ditemukan perbedaan manusia karena diferensiasi agama dan elnik. Keragarnan keyakinan akan menyatu dalam sate simpul ikatan Dahhan Na Tole dan berbagai ketentuan sistem kekerabatan lainnya. Tidak heran apabila di Balige masyarakat yang berbeda agama tetap menyatu sebagai saudara dan bekerja sama dalam berbagai kegiatan adat dan berada dalam suasana yang harmonis diberbagai sektor kehidupan sosial kernasyarakatan lainnya. Karena itu pula gejala¬gejala muncuhiya intoleransi beragama dapat diretas sejak berdirinya Balige abad XIX.

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorTampubolon, JongkersUNSPECIFIED
Thesis advisorDamanik, Ibnu Hajar196305201987031004
Call Number: 306.2 Har p
Keywords: Keagamaan; Komposisi Etnik; Kerukunan
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religions. Mythology. Rationalism
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Program Pasca Sarjana > Antropologi Sosial
Depositing User: Mrs Elsya Fitri Utami
Date Deposited: 09 Apr 2016 08:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/2303

Actions (login required)

View Item View Item