INTERAKSI SIMBOL TORTOR NAMORA PULE DALAM UPACARA HORJA GODANG HAROAN BORU PADA MASYARAKAT ANGKOLA DI KOTA PADANGSIDIMPUAN

Hutasoit, Sheila Roisyah (2015) INTERAKSI SIMBOL TORTOR NAMORA PULE DALAM UPACARA HORJA GODANG HAROAN BORU PADA MASYARAKAT ANGKOLA DI KOTA PADANGSIDIMPUAN. Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1 COVER.pdf - Published Version

Download (63kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2 LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN.pdf - Published Version

Download (620kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3 ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (128kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4 KATA PENGANTAR.pdf - Published Version

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5 DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (92kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6 DAFTAR TABEL.pdf - Published Version

Download (48kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7 DAFTAR GAMBAR.pdf - Published Version

Download (48kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8 BAB I.pdf - Published Version

Download (606kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12 BAB V.pdf - Published Version

Download (213kB) | Preview
[img]
Preview
Text
13 DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (216kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Tortor Namora Pule yang terdapat pada masyarakat Angkola di Kota Padangsidimpuan bertujuan untuk mengetahui struktur penyajian dan interaksi simbolnya. Untuk membahas tujuan penelitian diatas, digunakan teori-teori yang berhubungan dengan topik penelitian, seperti pengertian Tortor, pengertian upacara, teori interaksi simbol, teori struktural dan teori sistem. Waktu penelitian yang digunakan dalam membahas Interaksi Simbol Tortor Namora Pule Dalam Upacara Horja Godang Haroan Boru Pada Masyarakat Angkola Di Kota Padangsidimpuan selama 2 bulan yaitu pada awal Desember sampai dengan Februari 2015. Tempat lokasi penelitian adalah daerah Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Populasi pada penelitian ini adalah 2 orang dari Lembaga Adat Kesenian Kota Padangsidimpuan, 2 pasang pengantin yang melakukan acara manortor, 5 orang pemain musik, 1 orang ketua adat setempat. Analisis data pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, struktur penyajian Tortor Namora Pule terdiri dari beberapa tahapan yaitu : Menuju Galanggang Panortoran, mengambil posisi, Makkobar, Manortor, Manogu, Manjalang, kembali ke Galanggang dan Mardalan. Interaksi simbol yang terdapat pada Tortor Namora Pule tergambarkan melalui sistem kekerabatan yang tertuang dalam keseluruhan Tortor yang ada pada Horja Godang Haroan Boru. Sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu mengikat antara keseluruhan Tortor terhadap Tortor Namora Pule. Keterikatan itu menyebabkan interaksi Tortor Namora Pule terhadap keseluruhan Tortor serta penonton. Interaksi simbol juga terlihat pada simbol gerak somba adat artinya menyembah, terjadi interaksi simbol yang memiliki makna sebagai bentuk penghormatan Namora Pule terhadap Raja, kedua orang tua dan penonton. Simbol manartar dan mangido tua yang diartikan sebagai memberi dan menerima antara mempelai pria dengan mempelai wanita. Pola lantai berhadapan antara kedua mempelai menunjukkan adanya interaksi yang erat antara Namora Pule. Musik iringan yang digunakan juga memiliki interaksi terhadap Namora pule, orang tua, kerabat dan penonton. Syair berisi tentang sejarah hidup, nasehat, harapan dan doa yang dituangkan kedalam syair onang-onang, syair-syair tersebut selalu ditujukan kepada Namora Pule

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorRahayu, Tuti196612011993032002
Call Number: Sk-2015 TARI 001
Keywords: Tortor Namora Pule, Masyarakat Angkola, Interaksi Simbol
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM621 Culture
M Music and Books on Music > ML Literature on music
Divisions: Fakultas Bahasa dan Seni > Pendidikan Seni Tari
Depositing User: Mr Maknun
Date Deposited: 27 Dec 2016 07:16
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/22383

Actions (login required)

View Item View Item