FUNGSI DAN MAKNA KERBAU PADA MASYARAKAT BATAK TOBA : (KAJIAN UPACARA KEMATIAN SAUR MATUA DAN MANGONGKAL HOLI DI KABUPATEN SAMOSIR)

Hasanuddin, (2006) FUNGSI DAN MAKNA KERBAU PADA MASYARAKAT BATAK TOBA : (KAJIAN UPACARA KEMATIAN SAUR MATUA DAN MANGONGKAL HOLI DI KABUPATEN SAMOSIR). Masters thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
025050068- Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (832kB) | Preview
[img]
Preview
Text
025050068 Abstrak.pdf - Published Version

Download (492kB) | Preview
[img]
Preview
Text
025050068- Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
025050068- Bab I.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
025050068- Bab V.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview
[img]
Preview
Text
025050068- Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini mempunyai dua tujuan yaitu: pertama menjelaskan bagaimana fungsi dan makna kerbau pada masyarakat Batak Toba, khususnya dalam upacara kematian Saur Matua dan Mangongkal Holi. Kedua menjelaskan perubahan fungsi dan makna kerbau pada masyarakat Batak Toba dalam upacara kematian Saur Matua dan Mangongkal Hoff Penelitian ini. dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Data diperoleh dari sampel yang ditentukan secara tidak terbatas yang dihimpun melalui wawancard tak berstruktur, pengamatan Iangsung serta menelaah beberapa literatur.Data dianalisis secara deskriftif yang diawali dengan menelaah seluruh data, hingga menginterpretasikan dengan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahvva pertama Kerbau merupakan salah satu sarana upacara tradisional Batak Toba terutama pada upacara kematian Saur Matua dan Mangongkal Hall, pembagian jambar adalah sebagai sarana komunikasi, pemberitahuan atau pengumuman, pengikat dan mempererat hubungan kekeluargaan. Dengan memotong kerbau pada upacara kematian Saur matua dan Mangongkal Holi berarti status yang meninggal sudah tinggi (dalam pengertian adat), demikian pula kehidupan sosial dan ekonominya. Kerbau mempunyai banyak keistimewaan diantaranya tenaganya kuat, membatu mengola pertanian sehingga dianggap sebagai lambang kesuburan. Kerbau tidak mengalami perubahan fungsi, akan tetapi penambahan yaitu pada upacara Sari Matua sudah ada yang memotong kerbau. Kurban kerbau merupakan refleksi dad sistem kepercayaan lama Sub Finis Batak Toba tentang penghormatan dan pemujaan kepada rah nenek moyang.Upacara kematian Saur Matua dan Mangongkal Noll yang harus diikuti dengan kurban kerbau merupakan adat istiadat yang telah diwariskan oleh nenek moyang sub etnisBatak Toba. Oleh karena itu perlu dilestarikan untuk acuan dalam kehidupan.bermasyarakat dan bernegara, karena dalam kegiatan tersebut banyak nilai-nilai yang terkandung di dalamnya terutama saling menghargai dan menghormati diantara keluarga (kerabat).

Item Type: Thesis (Masters)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorAzhari, Phil Ichwan196101161985031003
Thesis advisorBaiduri, Ratih197111102000122001
Call Number: 306.6 Has f
Keywords: Etnis Batak Toba; Upacara Adat
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN301 Ethnology. Social and cultural anthropology
G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology > GN537 Ethnic groups and races
Divisions: Program Pasca Sarjana > Antropologi Sosial
Depositing User: Mrs Catur Dedek Khadijah
Date Deposited: 09 Apr 2016 08:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/2224

Actions (login required)

View Item View Item