SEJARAH PERLAWANAN SUTAN MATSYEKH DALAM MENENTANG KOLONIALISME BELANDA DI STABAT KABUPATEN LANGKAT (1862-1865)

Nugraha., Muhammad Hadi (2015) SEJARAH PERLAWANAN SUTAN MATSYEKH DALAM MENENTANG KOLONIALISME BELANDA DI STABAT KABUPATEN LANGKAT (1862-1865). Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. NIM. 3103121045 COVER.pdf - Published Version

Download (135kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. NIM. 3103121045 APPROVAL SHEET.pdf - Published Version

Download (373kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. NIM. 3103121045 ABSTRACT.pdf - Published Version

Download (128kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. NIM. 3103121045 PREFACE.pdf - Published Version

Download (370kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. NIM. 3103121045 TABLE OF CONTENT.pdf - Published Version

Download (92kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. NIM. 3103121045 CHAPTER I.pdf - Published Version

Download (463kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10. NIM. 3103121045 CHAPTER V.pdf - Published Version

Download (250kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. NIM. 3103121045 BIBLIOGRAPHY.pdf - Published Version

Download (128kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1 Untuk mengetahui bagaimana Proses munculnya Kejeruan Stabat sebagai Kerajaan Otonom di Langkat.2. Untuk mengetahui bagaimana proses bersatunya Kejeruan Stabat dengan Kesultanan Langkat.3untuk mengetahui riwayat hidup Sutan Matsyekh..4.untuk mengetahui bagaimana peran Sutan Matsyekh dalam menentang kolonialisme Belanda di Stabat 1862-1865. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian lapangan yang dilakukan dengan melakukan peninjauan langsung kedaerah penelitian untuk mendapatkan data sebanyak-banyaknya yang masih berhubungan dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa. 1. Munculnya Kejeruan Stabat sebagai Kerajaan Otonom di Langkat Ketika Raja Langkat Badiulzaman wafat, ia di gantikan oleh puteranya yang tertua Tuah Hitam dan ia menetap di Jentera Malay sebuah desa yang tidak jauh dari Kota Dalam. Keempat bersaudara ini memerintah dengan otonom masing-masing daerah Kejeruannya termasuk Kejeruan Stabat bagian dari kekuasaan Selesai yang di pimpin oleh Wan Jabar. dengan Kejeruan Tuah Hitam sebagai pimpinan tertinggi di Langkat hingga memasuki abad 19. Dan dari sini lah terlihat munculnya Kejeruan Stabat sebagai Kerajaan otonom 2. Bersatunya kejeruan Stabat dengan Kesultanan Langkat pada saat Tengku Musa dengan bantuan Kerajaan Siak dapat mengambil alih kekuasaan Langkat seutuhnyaa Dalam hal ini secara tidak langsung Raja Stabat Sutan Matsyekh melebur dan menyatu dengan Kerajaan Langkat 3. Perjuangan Sutan Matsyekh Menentang Kolonialisme Belanda di Langkat 4. Sutan Matsyekh dalam perkembangan selanjutnya bertekad untuk terus berjuang menentang pihak Belanda dalam mempertahankan daerah Langkat, dan hal ini oleh Matsyekh merupakan peluang yang baik untuk mengkampanyekan agar Kejeruan Langkat lainnya jangan sampai terpengaruh oleh bujuk rayuan pihak Belanda yang ketika itu sedang mulai mengincar daerah lainnya di Langkat. Pasukan Matsyekh mendapat bantuan persenjataan dari Aceh melalui Tuanku Hasyim dan dari daerah pedalaman lainnya, oleh sebab itu tidak heran jika didalam pasukan Matsyekh banyak bergabung dari suku lain misalnya dari Aceh, Gayo, Alas, Karo.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorAzhari, Ichwan196101161985031003
Call Number: SK-2015 SJRH 010
Keywords: Kejeruan Stabat, Sutan Matsyekh,kolonialisme Belanda
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
D History General and Old World > D History (General) > D501 World War I
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr Maknun
Date Deposited: 09 Dec 2016 03:11
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/22073

Actions (login required)

View Item View Item