PEMIKIRAN DEMOKRASI PANCASILA MENURUT AKBAR TANDJUNG

Siregar, Rian Bastari (2015) PEMIKIRAN DEMOKRASI PANCASILA MENURUT AKBAR TANDJUNG. Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. NIM. 309321038 Judul.pdf - Published Version

Download (54kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. NIM. 309321038 Lembar Persetujuan.pdf - Published Version

Download (765kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. NIM. 309321038 Abstrak.pdf - Published Version

Download (133kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. NIM. 309321038 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (284kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. NIM. 309321038 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (171kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. NIM. 309321038 Chapter 1.pdf - Published Version

Download (534kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. NIM. 309321038 Chapter 5.pdf - Published Version

Download (300kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12. NIM. 309321038 Daftar pustaka.pdf - Published Version

Download (169kB) | Preview

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library reseach) yang berusaha menemukan dan menggali konsep demokrasi pancasila dengan menggunakan data-data yang diperlukan berdasarkan pada literature-literatur primer dan sekunder yang membahas dan berkaitan dengan demokrasi menurut pandangan Akbar Tandjung, sehingga nantinya muncul kesimpulan yang komprehensif tentang konsep demokrasi pancasila. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan dan menelusuri pemikiran Akbar Tandjung tentang demokrasi pancasila dalam wacana politik Indonesia, (2) Menjelaskan implikasi dari pemikiran politik Akbar Tandjung dalam merumuskan konsep demokrasi dan (3) Mendeskripsikan sistem demokrasi pancasila di Indonesia dalam pemikiran Akbar Tandjung. Penelitian ini bersifat deskriftif-komperatif, yaitu penelitian yang berupaya mengumpulkan atau memaparkan konsep demokrasi pancasila menurut pandangan Akbar Tandjung secara obyektif, kemudian menganalisisnya dengan menggunakan teori yang telah ada. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat diperoleh kesimpulan bahwa pendapat Akbar Tandjung tentang konsep demokrasi pancasila adalah demokrasi yang mengutamakan musyawarah mufakat tanpa oposisi dalam doktrin Manipol disebut pula sebagai demokrasi terpimpin merupakan demokrasi yang berada dibawah komando Pemimpin Besar Revolusi kemudian dalam doktrin repelita yang berada dibawah pimpinan komando Bapak Pembangunan arah rencana pembangunan daripada suara terbanyak dalam setiap usaha pemecahan masalah atau pengambilan keputusan, terutama dalam lembaga-lembaga negara. Demokrasi Pancasila merupakan demokrasi konstitusional dengan mekanisme kedaulatan rakyat dalam penyelenggaraan negara dan penyelengaraan pemerintahan berdasarkan konstitusi yaitu Undang-undang Dasar 1945. Sebagai demokrasi pancasila terikat dengan UUD 1945 dan pelaksanaannya harus sesuai dengan UUD 1945. Menurut Akbar Tandjung Konsep Demokrasi telah dijadikan dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kemajemukan politik dan munculnya pusat-pusat kekuasaan baru di luar Negara berimbas bagi Indonesia, telah menjadi ciri kepolitikan Indonesia mutakhir. Menurut Akbar Tandjung Secara umum sistem demokrasi Indonesia yang berjalan melaluai pemilu telah berjalan lancar dan aman. Kehadiran partai-partai dalam jumlah yang sangat besar dengan antusiasme yang kelewat tinggi telah memberi warna dan aroma tersendiri dalam pemilu ini. Kinerja partai masih bersifat euphoria sehingga kampanye pemilu yang mestinya mejadi media sosialisasi dan pendidikan politik dalam rangka substansiasi nilai-nilai demokrasi, ternyata sekedar menjadi medan show of force dan hura-hura semata

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorLukitaningsih, 196404061990032003
Call Number: SK-2016 SJRH 014
Keywords: Demokrasi; Pancasila; Etimologis
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
J Political Science > JF Political institutions (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr Maknun
Date Deposited: 08 Dec 2016 06:53
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/22050

Actions (login required)

View Item View Item