BIODIVERSITAS, DISTRIBUSI DAN BIOLOGI PERKEMBANGAN HAMA WERENG PADI (AUCHENORRHYNCHA) DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

Manurung, Binari (2012) BIODIVERSITAS, DISTRIBUSI DAN BIOLOGI PERKEMBANGAN HAMA WERENG PADI (AUCHENORRHYNCHA) DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI. Research Report. FMIPA Unimed.

[img]
Preview
Text
Fulltext.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Penelitian yang mengkaji biodiversitas, distribusi, kelimpahan dan biologi perkembangan wereng padi (Auchenorrhyncha) yang terdapat di kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara perlu dilakukan karena dapat menyediakan data dasar biologi dan ekologi dari hama wereng padi tersebut dalam memperkaya khazanah keilmuan dalam bidang entomologi dan ekologi serangga tropika serta dapat digunakan sebagai pijakan untuk tindakan pengendalian populasi wereng yang menyerang tanaman padi di Kabupaten Serdang Bedagai-Propinsi Sumatera Utara. lnformasi mengenai data dasar biologi dan ekologi dari wereng padi (Auchenorrhyncha) yang terdapat dan menyerang padi di Kabupaten Serdang Bedagai hingga saat ini masih sangat terbatas. lnformasi yang telah ada adalah menyangkut jenis wereng padi yang terdapat pada tanaman padi yang terdapat pada daerah lain di luar Sumatera Utara, seperti di pulau Jawa. Untuk mengatasi permasalahan ini maka perlu dilakukan suatu penelitian yang mengkaji aspek biodiversitas, distribusi, kelimpahan dan biologi perkembangan wereng padi khas Sumatera Utara. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan data biodiversitas atau keanekaragaman, distribusi, kelimpahan, dan biologi perkembangan beberapa wereng padi yang terdapat pada ekosistem persawahan yangg terdapat di Kabupaten Serdang Bedagai-Sumatera Utara. Tahapan penelitian terdiri atas sampling wereng di lapangan dari bulan April hingga September 2012 dengan menggunakan jala serangga pada empat kecamatan (Sei Bamban, Sei Rampah, Teluk Mengkudu dan Perbaungan) yang terdapat di Kabupaten Serdang Bedagai. Samping dilakukan pada masa singgang-singgang dan musim tanam padi. Jumlah total sampling untuk masing-masing kecamatan adalah 750 jala. Wereng hasil sampling selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk disortir, kemudian diidentifikasi dan dihitung jumlahnya. Untuk mengetahui biologi perkembangannya (perkembangan embrio dan larva), dua jenis wereng padi yang dominan dan memiliki nilai penting bagi pertanian disampling dari lapangan kemudian dipelihara di laboratorium (massrearing) untuk diselidiki biologi perkembangannya, dalam hal ini wereng hijau (Nephotettix sp.) dan wereng cokelat (Nilaparvata lugens). Untuk masing-masing wereng diselidiki biologi perkembangan dari 50 telur. Dari penelitian yang telah dilakukan telah diperoleh hasil, biodiversitas (keanekaragaman) wereng padi di Kabupaten Serdang Bedagai minimal 10 jenis, yakni: Recilia dorsalis, Nephotettix, nigropictus, Nephotettix virescens, Nilaparvata lugens, Cofana spectra, Sogatella furcifera, Cicadulina sp., Cicadella sp., Oliarus sp., dan Thaia sp. Kesepuluh jenis wereng padi tersebut dapat ditemukan pada masa singgang-singgang dan musim tanam padi. Kecamatan dimana kesepuluh jenis wereng tersebut dapat ditemukan baik pada masa singgang-singgang dan masa tanam padi adalah Perbaungan. Distribusi horizontal jumlah jenis wereng padi pada singgang-singgang di Kecamatan Teluk Mengkudu dan Perbaungan masing-masing 10 jenis, sedangkan di Sei Rampah dan Sei Bamban masing-masing 9 jenis dan 6 jenis. Pada masa musim tanam, di Kecamatan Perbaungan ditemukan 10 jenis, di Kecamatan Teluk Mengkudu 9 jenis, dan di Kecamatan Sei Bamban dan Sei Rampah masing-masing 8 jenis. Kelimpahan wereng padi pada masa singgang-singgang (1978 individu) lebih tinggi dibandingkan pada masa tanam (1217 individu). Kelimpahan tertinggi wereng padi ditemukan pada Kecamatan Perbaungan dan Teluk Mengkudu. Enam jenis wereng dengan kelimpahan tertinggi (dominan) adalah Recilia dorsalis, Nephotettix virescens, Nephotettixnigropictus, Nilaparvata lugens, Cofana spectra dan Sogatella furcifera. Masa perkembangan embrio dan larva wereng hijau (Nephotettix: sp.) pada suhu kisaran 28-320C masing-masing 7-8 hari dan 15-19 hari, sedangkan wereng coke1at (Nilaparvata lugens) adalah 7-11 hari dan 11-16 hari. Oleh karena itu perkembangan telur hingga dewasa pada wereng hijau berlangsung 22-27 hari sedangkan bagi wereng cokelat adalah 18-27 hari.

Item Type: Monograph (Research Report)
Call Number: 570 Man b
Keywords: Biodivertas; Wereng padi; Serangga
Subjects: Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology > QH540 Ecology
Q Science > QL Zoology > QL360 Invertebrates > QL461 Insects
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi
Depositing User: Mrs Harly Christy Siagian
Date Deposited: 21 Sep 2016 19:17
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/19924

Actions (login required)

View Item View Item