HARMONISASI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN BERBASIS DAS PADA WILAYAH DESA-KOTA KAWASAN KARO - MEDAN - DELI SERDANG

Mulyana, Rachmat and Arifin, Hadi Susilo and Syarifuddin, and Priyadi, Mintoro (2011) HARMONISASI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN BERBASIS DAS PADA WILAYAH DESA-KOTA KAWASAN KARO - MEDAN - DELI SERDANG. Research Report. FT UNIMED, Medan.

[img]
Preview
Text
Fulltext.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli merupakan salah satu DAS yang melintasi wilayah perdesaan dan perkotaan Kabupaten Karo, Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Saat ini, luas hutan di hulu DAS Deli hanya tinggal 3.655 hektar (7.59%) dan 48.162 hektar areal DAS Deli. Idealnya dengan luas 48.162 hektar, Zona hulu DAS Deli mengalami perkembangan pesat dari segi pembangunan fisik maupun ekonomi karena merupakan wilayah tujuan dan pengembangan wisata. Zona tengah didominasi oleh pertumbuhan permukiman. Pertumbuhan permukiman perdesaan di wilayah DAS memiliki kecenderungan tidak terkendali yang mengakibatkan bentuk, ukuran dan tingkat kepadatan permukiman tidak layak dari segi kesehatan maupun ekologis. Tujuan penelitian ini adalah: (1) rnenganalisis pola sebaran permukiman di zona hulu, tengah, hilir DAS Deli; (2) mengevaluasi karakteristik permukiman di zona hulu, tengah, dan hilir DAS Deli; dan (3) menganalisis pola pemanfaatan pekarangan di zona hulu, tengah, dan hilir DAS Deli. Penelitian ini berlokasi di kawasan permukiman DAS Deli di wilayah Kabupaten Karo, Kota Medan, dan Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara Penelitian ini dilaksanakan pada Juli 2011 sampai Nopember 2011.Penelitian tahun pertama ini terdiri dari dua kajian yaitu pola sebaran permukiman dan pola pemanfaatan pekarangan pada zona hulu, tengah, dan hilir DAS Deli. Kajian pola sebaran permukiman di wilayah hulu, tengah, dan hilir DAS Deli ditinjau dari aspek; (1) bentuk permukirnan dan ( 2) tingkat penyebaran permukiman. Populasi adalah perrnukiman di DAS Deli. DAS Deli, secara administratif berada pada dua kabupaten (Kabupaten Karo den Deli Serdang) dan satu Kota (Kota Medan). Panentuan sampel dilakukan dengan metoda multi stage sampling (Adib 2008). Metode ini menggunakan dua langkah dasar, yaitu membuat daftar dan menentukan sampel. Melalui skema ini peneliti memilih sampel dalam kelompok area (desa) di zone DAS, kemudian memilih dua kampung dari setiap cluster utama dalam area wilayah yang lebih kecil (secara acak), dan menentukan jumlah unsur sampel dari setiap kampung sebanyak 15 rumah, sehingga jumlah total sampel sebanyak 135 rumah dan keluarga penghuni. Data diperoleh survai lapangan dan wawancara mendalam Data yang dikumpulkan berupa data kependudukan (jumlah penduduk dalam kampung, dan jumlah penghuni dalam rumah tangga), spesifikasi konstruksi bangunan rumah (jenis kontruksi bangunan, elemen ruang, luas bangunan. dan bahan bangunan), prasarana den sarana lingkungan permukiman, ukuran permukiman diukur berdasarkan jumlah rumah dan penduduk, kepadatan bangunan rumah diukur berdasarkan jarak antara rumah-rumah, tipe permukiman dilihat dari susunan tata letak bangunan, dan jumlah permukiman. Data dianalisis dengan SPSS. Kajian pola pemanfaatan pekarangan dilakukan terhadap 135 sampel pekarangan pada zona hulu, tengah dan hilir DAS Deli, Data yang dikumpulkan berupa luasan pekarangan, struktur dan jenis tanaman, dan manfaat pekarangan secara ekonomi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisia deskriptif dan analisis konsumsi pangan hasil pekarangan menggunakan program food prosessor.Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli rnerupakan salah satu DAS yang melintasi wilayah pedesaan dan perkotean Kabupaten Karo, Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. DAS Deli yang diapit oleh DAS Percut dan DAS Belawan terdiri dari tujuh gugus sungaiyaitu sungai Petani, sungai Simai-mai. sungai Deli, Babura, sungai Bekala, sungai Sei Kambing. dan sungai Paluh Besar. DAS Deli mengalir sepanjang 72 Km dari hulu hingga hilir.Zona hulu, DAS Deli mengalami perkembangan pesat dan segi pembangunan fisik maupun ekonomi karena merupakan wilayah tujuan dan pengembangan wisata. Zona tengah didominasi Web pertumbuhan perrnukiman, Pertumbuhan permukiman perdesaan di wilayah DAS memlilki kecenderungan tidak terkendali yang mengakibatkan bentuk, ukuran dan tingkat kepadatan permukanan tidak layak dari segi kesehatan maupun ekologisPola penyebaran pembangunan permukiman tertata dan permukiman tidak tertata di wilayah desa dan kota pembentukkannya berakar dari pola campuran antara ciri perkotaan dan perdesaan. Kawasan permukiman perkotaan di wilayah DAS Deli sebagian besar berada di wilayah bagian tengah DAS Deli. Kawasan permukiman perkotaan merupakan Kecamatan-kecamatan yang pada saat ini merupakan konsentrasi kegiatan penduduk dengan indikasi jumlah penduduk yang besar. Pola permukiman tertata wilayah DAS Deli memiliki keteraturan bentuk secara fisik. Misalnya sebagian besar rumah menghadap secara teratur ke arah kerangka jalan yang ada dan sebagian besar terdiri dari bangunan permanen, berdinding tembok dan dilengkapi dengan pekaranganPola permukiman tidak tertata di wilayah DAS Deli cenderung berkelompok membentuk perkampungan yang letaknya tidak jenuh dari sumber air seperti sungai dan jalan.Ukuran permukiman yang berada di wilayah DAS Deli sebagian besar tergolong ke dalam permukiman sedang dengan jumlah penduduk antara 500 sampai dengan 2000 jiwa. Selebihinya tergolong dalam perrnukiman kecil-sedang dengan jumlah penduduk kurang dari 500 jiwa dan jumlah rumah lebih dari 20 unit (Van der Zee 1986). Ukuran pemukiman di bagian hulu didominasi oleh pemukiman sedang dengan jumlah rumah rata-rata 196 unit, sedangkan di bagian tengah dan hilir komposisi ukuran permukiman kecil-sedang dan sedang berimbang dengan jumlah rumah rata-rata untuk permukiman kecil-sedang 49 unit di bagian tengah dan 53 unit di bagian hilir, sementara perrnukiman sedang di bagian tengah dan hilir masing-masing dengan jumlah rumah rata-rata sebanyak 416 unit dan 193 unit.Bangunan rumah di wilayah DAS Deli sebagian besar (50%) memiliki tipe kepadatan bangunan yang padat Kepadatan bangunan dicirikan salah satunya oleh jarak antara bangunan rumah yang kecil yaitu berkisar antara setengah sampai satu meter. Permukiman di zona DAS hulu didominasi oleh permukiman dengan tipe kepadatan bangunan yang padat. di zona DAS tengah didominasi oleh permukiman dengan tipe kepadatan bangunan jarang, dan di zona DAS hilir terdapat dua tipe kepadatan bangunan yaitu jarang dan padat.Permukiman di wilayah DAS Deli memiliki dua tipe yaitu tipe linier den streetplan.Tipe permukiman linier dibagi dalam dua kategori yaitu tipe linier-1 dan linier-2. Sebagianbesar tipe pemukiman di zona DAS bagian hulu adalah tipe linier-1, zona tengah DAS terdiri dua tipe permukiman yaitu tipe streetplan dan linier-2. Permukiman di zona DAS hilir seluruhnya memiliki tipe permukirnan linier-1. Antar unit permukiman (Kampung) dihubungkan dengan jalan desa, sedangkan dalam lingkungan kampung itu sendiri mobilitas penghuni hanya melalui jalan selebar setengah sampai satu meter yang dibangun dengan swadaya masyarakat. Posisi bangunan rumah yang tidak teratur secara berkelompok menghadap keareh jalan baik jalan desa maupun jalan lingkungan.Pola pemanfaatan pekarangan rumah di DAS Deli secara umurn menunjukkan bahwa pekarangan rumah difungsikan untuk keperluan budidaya tanaman dan ternak. Sabagian besar masyarakat yang tinggal di zone hulu DAS Deli rnemanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman dan beternak. Jenis tanaman yang dominan dibudidayakan adalah kelapa (34.5%) yang berada pada 14 pekarangan rumah sedangkan ternak yang dibudidayakan adalah babi, kerbau. ayam dan ikan. Masyarakat yang tinggal di zona tengah separuh lebih (53.3%) memanfaatkan pekarangan untuk menanam tanaman, yang sebagian besar (17.3%) menanam coklat clan berternak itik. DiZona hilir sebagian besar (60%) rnembudidayakan tanaman hias (59,4%) dan hanya 4.4%yang mernanfaatkan pekarangan rurnah untuk berternak walaupun dengan jumlah ternak yang kecil. Hal ini dilakukan oleh penghuni rumah untuk tujuan agar rumah tetap nyarnan, sejuk dan indah walaupun dengan luas pekarangan kecil yang disebabkan oleh keterbatasan luas lahan yang dimilikinya,

Item Type: Monograph (Research Report)
Call Number: 690 Mul h
Keywords: Permukiman; Pekarangan; Daerah aliran sungai
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC401 River, lake, and water-supply engineering (General)
T Technology > TH Building construction > TH845 Architectural engineering. Structural engineering of buildings
Divisions: Fakultas Teknik > D3 Teknik Sipil
Depositing User: Mrs Harly Christy Siagian
Date Deposited: 21 Sep 2016 19:17
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/19791

Actions (login required)

View Item View Item