PENGARUH PIRIDOKSIN TERHADAP BIOSINTESIS IMMUNOBLOBULIN G (IgG) DAN IMMUNOGLOBULIN M (IgM)

Silitonga, P. Maulim and Silitonga, Melva (2008) PENGARUH PIRIDOKSIN TERHADAP BIOSINTESIS IMMUNOBLOBULIN G (IgG) DAN IMMUNOGLOBULIN M (IgM). Research Report. FMIPA Unimed, Medan.

[img]
Preview
Text
Fulltext.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian tentang factor – factor yang berpengaruh terhadap peningkatan system pertahanan tubuh sangat perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh piridoksin terhadap biosintesis immunoglobulin G (IgG) dan immunoglobulin M (IgM), sekaligus untuk mengungkapkan apakah ada perbedaan yang signifikan kadar IgG dan IgM serum pada kondisi defisiensi piridoksin kondisi normal dan piridoksin berlebih. Dalam penelitian ini digunakan 15 ekor ayam broiler umur satu hari (DOC) Strain Abror Acres CP-707. Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan masing-masing perlakuan diberi lima ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah berupa kondisi piridoksin yang bervariasi yaitu defiensi,normal dan berlebih (suplementasi). Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar IgG dan IgM serum. Biosintesis Immunoglobulin pada ayam percobaan dilakukan dengan penyuntikan antigen) Newcastle Diseace Virus (NDV). Pemisahan fraksi albumin dan globulin serum dilakukan dengan metode, isolasi immunoglobin dengan kromatografi gel filtrasi menggunakan gel sephadex G-200. Selanjutnya isolasi IgG dan IgM dilakukan dengan Kromatografi gel filtrasi dengan bubur protein A Separose CL-4b, identifikasi dan analisis fraksi IgG dan IgM dilakukan dengan elektroforesis gel poliakrilanrida terdenaturasi (SDS-PAGE). Kadar IgG dan IgM ditentukan dengan metode Bradford, data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikasi = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa piridoksin berperangaruh nyata terhadap biosintesis IgG dan IgM. Selanjutnya diperoleh kesimpulan bahwa kadar IgG dan IgM serum berbeda secara nyata pada kondisi defisiensi, normal dan kondisi piridoksin berlebih. Kadar IgG dan IgM pada subjek yang mengalami defisiensi piridoksin lebih rendah dibandingkan dengan subjek yang diberi piridoksin dosis normal dan berlebih. Rataan kadar IgG pada serum ayam broiler dengan kondisi piridoksin defisiensi, normal dan yang diberi suplementasi 3,0 mg/kg ransum, berturut – turut sebesar 238,96 ± 1,66 ; 355, 84 ± 1,66 dan 467,41 ± 2,50 mg/100 mL. Rataan kadar IgM serum berturut – turut sebesar 109,09 ± 1,66 ; 191,14 ± 2,50 dan 218,88 ± 5,01 mg/100 mL. Dengan adanya fakta – fakta bahwa pada kondisi defisiensi piridoksin diperoleh kadar immunoglobulin (IgG dan IgM) serum yang paling rendah, maka dapat disimpulkan bahwa piridoksin berperan penting dalam biosintesis IgG dan IgM. Hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi sumbangan yang sangat berguna dalam mengembangkan kajian ilmiah yang berkaitan dengan upaya peningkatan system pertahanan tubuh pada hewan dan manusia dimasa yang akan datang.

Item Type: Monograph (Research Report)
Call Number: 574.192 9 Sil p
Keywords: Biokimia; Albumin; Globulin
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Q Science > QD Chemistry > QD71 Analytical chemistry
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Kimia
Depositing User: Mrs Harly Christy Siagian
Date Deposited: 21 Sep 2016 19:17
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/19708

Actions (login required)

View Item View Item