PEMATANGSIANTAR SELAMA AGRESI MILITER BELANDA I (1947)

Siagian, Nurhayati (2013) PEMATANGSIANTAR SELAMA AGRESI MILITER BELANDA I (1947). Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. NIM 309121057 COVER.pdf - Published Version

Download (168kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. NIM 309121057 LEMBAR PERSETUJUAN.pdf - Published Version

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. NIM 309121057 LEMBAR PERSETUJUAN.pdf - Published Version

Download (16MB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. NIM 309121057 ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (127kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. NIM 309121057 KATA PENGANTAR.pdf - Published Version

Download (270kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. NIM 309121057 DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (358kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. NIM 309121057 PENDAHULUAN.pdf - Published Version

Download (578kB) | Preview
[img]
Preview
Text
11. NIM 309121057 KESIMPULAN.pdf - Published Version

Download (267kB) | Preview
[img]
Preview
Text
12. NIM 309121057 DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (211kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui situasi dan kondisi Kota Pematangsiantar selama Agresi Militer Belanda I pada tahun 1947. Bagaimana keadaan dan perjuangan rakyat Pematangsiantar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Pematangsiantar. Untuk memperoleh data yang dibutuhkan maka peneliti menggunakan metode Field Research dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi pustaka. Lokasi penelitian adalah kota Pematangsiantar. Dari Hasil penelitian yang dapat dilakukan dapat dilihat gambaran keadaan kota Pematangsiantar selama agresi militer Belanda I terjadi dimana kota Pematangsiantar saat itu menjadi Ibukota Sumatera. Seluruh roda pemerintahan dijalankan di kota Pematangsiantar. Ketika Belanda melancarkan serangan ke Pematangsiantar pada tanggal 29 Juli 1945, rakyat Pematangsiantar menjadi tidak siap menghadapi Belanda. Serangan ke Pematangsiantar telah direncanakan dengan baik selain itu Belanda mendapat bantuan dari pasukan Poh An Tui yang telah menunggu di dalam kota Pematangsiantar untuk bersiap menyerang akhirnya. Pematangsiantar akhirnya dikuasai oleh Belanda. Wakil Presiden Mohammad Hatta yang saat itu berada di Pematangsiantar berhasil lolos dari Belanda tepat satu jam sebelum serangan itu terjadi. Demikian akhirnya, Belanda berhasil menguasai Pematangsiantar pada 29 Juli 1947 dan saat itu pula Pematangsiantar tidak lagi menjadi Ibukota Sumatera. Kota Pematangsiantar adalah kota perjuangan dan memiliki andil besar dalam usaha mempertahankan Kemerdekaan di Sumatera.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorLubis, Hafnita SD196106041986012001
Call Number: 959.803 5 Sia p
Keywords: Penertian Agresi Met=liter; Agresi Meliter di Pematangsiantar; perang; Proklamasi
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr Renaldi Syafaruddin Akbar
Date Deposited: 02 Sep 2016 04:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/18236

Actions (login required)

View Item View Item