TRADISI MANGUPA PADA PERKAWINAN ETNIS ANGKOLA DI DESA SIBANGKUA TAPANULI SELATAN

Simanjuntak, Astri Annisyah (2013) TRADISI MANGUPA PADA PERKAWINAN ETNIS ANGKOLA DI DESA SIBANGKUA TAPANULI SELATAN. Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
UNIMED-Undergraduate-29232-COVER.pdf - Published Version

Download (58kB) | Preview
[img]
Preview
Text
UNIMED-Undergraduate-29232-LEMBAR PENGESAHAN.pdf - Published Version

Download (712kB) | Preview
[img]
Preview
Text
UNIMED-Undergraduate-29232-ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (58kB) | Preview
[img]
Preview
Text
UNIMED-Undergraduate-29232-KATA PENGANTAR.pdf - Published Version

Download (256kB) | Preview
[img]
Preview
Text
UNIMED-Undergraduate-29232-DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (58kB) | Preview
[img]
Preview
Text
UNIMED-Undergraduate-29232-DAFTAR GAMBAR.pdf - Published Version

Download (52kB) | Preview
[img]
Preview
Text
UNIMED-Undergraduate-29232-BAB I.pdf - Published Version

Download (436kB) | Preview
[img]
Preview
Text
UNIMED-Undergraduate-29232-BAB V.pdf - Published Version

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
UNIMED-Undergraduate-29232-DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (181kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan upacara mangupa, makna dari simbol dalam hidangan pangupa, manfaat upacara mangupa bagi pengantin dan masyarakat, dan fungsi Dalihan Na Tolu dalam pelaksanaan upacara mangupa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yakni memaparkan data hasil penelitian berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan melalui penelitian lapangan (field research) dengan metode wawancara tidak terstruktur dan observasi tidak berpartisipasi. Dari hasil penelitian lapangan bahwa upacara mangupa merupakan warisan nenek moyang etnis Angkola. Pada masyarakat Angkola terdapat 3 (tiga) jenis upacara mangupa yang wajib dilaksanakan, yaitu pabagas boru, manjagit parompa, dan marbongkot bagas. Landasan pangupa yang digunakan yaitu pira manuk, manuk, hambeng atau horbo janggut, dan horbo. Jenis landasan pangupa tersebut digunakan masyarakat berdasarkan kemampuan ekonominya. Makna dari simbol dalam hidangan pangupa dibacakan oleh Raja Panusunan Bulung yang disebut dengan surat tumbaga holing.Dalihan Na Tolu yang terdiri dari kahanggi, anak boru, dan mora memiliki peran penting dalam pelaksaan upacara mangupa sebagai pelaksana dan pendukung agar tercapainya upacara mangupa tersebut. Selain Dalihan Na Tolu, tokoh adat juga berpengaruh untuk kelangsungan acara. Bagi masyarakat Angkola wajib melaksanakan upacara mangupa pabagas boru agar pernikahan diakui secara adat. Suku lain misalnya suku Melayu yang tinggal di daerah Angkola juga ada yang melaksanakan upacara mangupa karena ia menikah dengan orang yang bersuku Angkola dengan persyaratan harus membeli marga dan ketentuan lain yang telah ditentukan oleh tokoh adat setempat. Upacara mangupa ini merupakan kearifan lokal etnis Angkola kususnya Desa Sibangkua, dengan demikian tradisi mangupa ini patut dilestarikan sebagai warisan nenek moyang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK
Thesis advisorHasanah, Noviy198311242008122002
Call Number: 392.5 Sim t
Keywords: interaksionisme simbolik; fungsionalisme struktural; sumber data; penelitian
Subjects: D History General and Old World > DS Asia
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Antropologi
Depositing User: Mr Renaldi Syafaruddin Akbar
Date Deposited: 02 Sep 2016 04:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/17844

Actions (login required)

View Item View Item