SEJARAH PERKEMBANGAN DAN PERANAN RADIO SIARAN RRI STASIUN MEDAN (1945-1970)

Harun, (2012) SEJARAH PERKEMBANGAN DAN PERANAN RADIO SIARAN RRI STASIUN MEDAN (1945-1970). Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. NIM. 308121071 Cover.pdf - Published Version

Download (53kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. NIM. 308121071 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (66kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. NIM. 308121071 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (106kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. NIM. 308121071 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. NIM. 308121071 Bab I.pdf - Published Version

Download (254kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. NIM. 308121071 Abstrak.pdf - Published Version

Download (59kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. NIM. 308121071 Bab V.pdf - Published Version

Download (393kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. NIM. 308121071 Lembar Pengesahan.pdf - Published Version

Download (507kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya Radio Siaran RRI Stasiun Medan, perkembangan radio siaran RRI stasiun Medan dari tahun 1945 sampai dengan tahun 1970, kemudian mengetahui peranan radio siaran RRI stasiun Medan pada tahun 1945 sampai tahun 1970. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan penelitian lapangan di RRI stasiun Medan yang merupakan objek penelitian dan studi literatur yang berhubungan dengan sejarah berdirinya, perkembangan dan peranan radio siaran RRI stasiun Medan. Kemudian dilakukan wawancara dengan pihak yang mengerti tentang latar belakang berdirinya, perkembangan dan peranan radio siaran RRI Medan. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil bahwa pada tahun 1930 berdiri lah stasiun radio di Medan yang dipelopori oleh seorang Belanda bernama Meyer yaitu radio MOVA dan AVROM. Kemudian disusul dengan berdirinya radio NIROM yang merupakan radio terbesar di zamannya, karena mendapat dukungan dana dari pemerintah Hindia Belanda. Setelah Belanda menyerah kepada Jepang maka pengawasan radio dibawah kendali pihak Jepang. Di Medan pengawasan radio dibawah jawatan radio milik Jepang yaitu Medan Hoso kyoku. Seluruh berita-berita yang disiarkan harus disensor terlebih dahulu oleh badan sensor yang ada di kantor Propaganda Jepang (BUNKAKA), kecuali siaran warta berita yang bersumber dari kantor berita Jepang. Tahun 1945 Jepang menyerah kepada sekutu, para pejuang RI berusaha mendirikan sebuah radio dengan peralatan seadanya di Kampung Baru namun dihancurkan Sekutu, kemudian dilakukan lagi usaha untuk mendirikan radio di Jalan Asia belum sempat siaran radio RRI stasiun Medan berkumandang, Sekutu kembali menghancurkannya. Radio siaran RRI stasiun Medan pada awal siarannya tidak pernah berkumandang di Medan, radio siaran RRI Stasiun Medan baru bisa berkumandang untuk pertama kalinya di kota Pematang Siantar berkat kerjasama yang baik antara para pejuang dengan Bupati Simalungun.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorLubis, Hafnita SD1961060119860122001
Call Number: 950.071 Har s
Keywords: Komunikasi; Pengawasan; Penafsiran; Hiburan; Penyebaran nilai; Media massa;
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr Brian Nicolas Rajagukguk
Date Deposited: 02 Sep 2016 04:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/17550

Actions (login required)

View Item View Item