KONFLIK ELIT POLITIK TRADISIONAL DAN MODERN PADA AWAL KEMERDEKAAN DI PURBA KABUPATEN SIMALUNGUN

Saragih, Edella Pirma (2012) KONFLIK ELIT POLITIK TRADISIONAL DAN MODERN PADA AWAL KEMERDEKAAN DI PURBA KABUPATEN SIMALUNGUN. Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. NIM. 308121051 Cover.pdf - Published Version

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. NIM. 308121051 Lembar Pengesahan.pdf - Published Version

Download (437kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. NIM. 308121051 Abstrak.pdf - Published Version

Download (126kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. NIM. 308121051 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. NIM. 308121051 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (197kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. NIM. 308121051 Daftar Tabel.pdf - Published Version

Download (124kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. NIM. 308121051 Daftar Gambar.pdf - Published Version

Download (124kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. NIM. 308121051 Bab I.pdf - Published Version

Download (457kB) | Preview
[img]
Preview
Text
9. NIM. 308121051 Bab V.pdf - Published Version

Download (210kB) | Preview
[img]
Preview
Text
10. NIM. 308121051 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (236kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, bagaimana latar belakang, proses, dan dampak dari Konflik Elit Politik Tradisional dan Modern di Purba Kabupaten Simalungun. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode heuristik, yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisa data secara sistematis dan objektif berdasarkan bukti-bukti dokumen yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Kemudian penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu Penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research). Informannya adalah orang-orang yang dianggap mengetahui informasi dan memiliki kapasitas mengenai masalah yang diteliti. Teknik pengumpulan data yaitu dengan mengumpulkan, menganalisis, menyimpulkan dan menuangkannya ke dalam tulisan.Dari penggalian data informasi yang didapat mengenai Konflik Elit Politik Tradisional dan Modern tersebut adalah, bahwa yang melatarbelakangi konflik adalah keinginan dari beberapa kalangan Elit Modern untuk mendapatkan kekuasaan dari hak milik raja dan menghapuskan paham feodal yang dirasa tidak mendukung kemerdekaan Indonesia. Kalangan yang dirasa masih memegang paham ini adalah Kaum Elit Tradisional beserta dengan keluarganya. Proses dari penghapusan tersebut dilakukan oleh orang-orang yang tergabung ke dalam BHL (barisan harimau liar) yang dipimpin oleh Saragih ras. Dan dampak dari pembersihan itu adalah lenyapnya para Kaum Elit Tradisional beserta keluarganya serta hilangnya kerajaan di Simalungun salah satunya adalah Kerajaan Purba dan Raja yang memerintah pada saat itu adalah raja Mogang Purba. Dan mulai saat itu tidak ada lagi Kerajaan di Simalungun.Setelah berakhirnya kerajaan purba, maka kekayaan kerajaan pun telah berpindah tangan tidak hanya kepada rakyat namun juga kepada kaum elit modern yang mengambil alih pemerintahan di Kabupaten Simalungun. Dan sisa dari komplek kerajaan telah diserahkan kepada pemerintah daerah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorHidayat, 196208061990031002
Call Number: 950.071 Sar k
Keywords: Konflik elit politik tradisional; Pemerintahan; Pendidikan; Konflik elit modern; Ekonomi
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr Brian Nicolas Rajagukguk
Date Deposited: 02 Sep 2016 04:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/17534

Actions (login required)

View Item View Item