FUNGSI MASJID RAYA AL-MASHUN SEBAGAI DAYA TARIK WISATAWAN ASING KE KOTA MEDAN

Hairunisa, Winda (2012) FUNGSI MASJID RAYA AL-MASHUN SEBAGAI DAYA TARIK WISATAWAN ASING KE KOTA MEDAN. Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
1. NIM. 308321078 Cover.pdf - Published Version

Download (104kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. NIM. 308321078 Lembar Pengesahan.pdf - Published Version

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. NIM. 308321078 Abstrak.pdf - Published Version

Download (67kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. NIM. 308321078 Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (75kB) | Preview
[img]
Preview
Text
5. NIM. 308321078 Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (130kB) | Preview
[img]
Preview
Text
6. NIM. 308321078 Bab I.pdf - Published Version

Download (272kB) | Preview
[img]
Preview
Text
7. NIM. 308321078 Bab V.pdf - Published Version

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text
8. NIM. 308321078 Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (48kB) | Preview

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui sejarah berdirinya Masjid Raya Al-Mashun di kota Medan, kemudian dijelaskan bagaimana arsitektur Masjid Raya Al-Mashun di kota Medan. Mengetahui alasan Masjid Raya Al-Mashun sebagai daya tarik wisatawan Asing ke kota Medan, fungsi Masjid Raya Al–Mashun, menjelaskan kebudayaan yang ada pada Masjid Raya Al–Mashun.Untuk memperoleh data–data tersebut penulis mengadakan penelitian dengan menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research) dan pendekatan kualitatif yaitu peneliti langsung terjun melakukan pengamatan dan penelitian pada suatu objek yang akan diteliti serta menguraikan dan menggambarkan keadaan objek yang dibicarakan berdasarkan data data yang diperoleh. Untuk memperkuat literatur dilakukan Studi Pustaka (Library Research) dengan mengumpulkan literatur maupun referensi yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan penelitian ini.Dari hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukkan Masjid Raya Al-Mashun didirikan pada tahun 1906, dan selesai pada tahun 1909.Secara keseluruhan biaya pembangunan masjid ditanggung sendiri oleh Sultan Maamun Al-Rasyid Perkasa Alamsjah IX yang menjadi Sultan ketika itu. Hingga kini, Masjid Al-Mashun tetap menjadi kebanggaan terutama di kota Medan. Secara khusus, Masjid Raya Al-Mashun tidak pernah mengalami perubahan karena Masjid ini termasuk situs bersejarah yang dilindungi undang-undang. Kini, selain menjadi pusat ibadah kaum muslimin kota Medan, Masjid Raya Al-Mashun ini juga menjadi obyek wisata yang selalu ramai dikunjungi turis domestik (lokal) maupun turis mancanegara.Akhirnya dapat disimpulkan bahwa hingga sampai saat ini keaslian bangunan Masjid Raya Al–Mashun masih terjaga dan tidak ada perubahan karena Masjid ini termasuk salah satu bangunan bersejarah di kota Medan. Hingga selain sebagai tempat beribadah masjid ini juga banyak didatangi turis mancanegara maupun lokal.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorPonirin, 195809211986011003
Call Number: 950.071 Hai f
Keywords: Wisatawan; Bangunan bersejarah
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr Brian Nicolas Rajagukguk
Date Deposited: 02 Sep 2016 04:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/17493

Actions (login required)

View Item View Item