POLA MATA PENCAHARIAN HIDUP SUKU ANAK DALAM DI TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS PROVINSI JAMBI

Barus, Reny Widya (2013) POLA MATA PENCAHARIAN HIDUP SUKU ANAK DALAM DI TAMAN NASIONAL BUKIT DUABELAS PROVINSI JAMBI. Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
NIM 309122053 COVER.pdf - Published Version

Download (55kB) | Preview
[img]
Preview
Text
NIM 309122053 LEMBAR PENGESAHAN.pdf - Published Version

Download (537kB) | Preview
[img]
Preview
Text
NIM 309122053 ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (50kB) | Preview
[img]
Preview
Text
NIM 309122053 KATA PENGANTAR.pdf - Published Version

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text
NIM 309122053 DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (302kB) | Preview
[img]
Preview
Text
NIM 309122053 BAB I.pdf - Published Version

Download (347kB) | Preview
[img]
Preview
Text
NIM 309122053 BAB V.pdf - Published Version

Download (252kB) | Preview
[img]
Preview
Text
NIM 309122053 DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (90kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola mata pencaharian hidup, hukum adat yang berlaku dalam mata pencaharian hidup, kearifan lokal yang terdapat dalam mata pencaharian hidup, dan perubahan yang terjadi dalam pola mata pencaharian hidup Suku Anak Dalam di Taman Nasional Bukit Duabelas Provinsi Jambi.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan etnografis. Penelitian ini dilakukan di Taman Nasional Bukit Duabelas Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Dalam penelitian ini memiliki 2 informan kunci dan 1 informan pendukung yang ditentukan berdasarkan kriteria yang dibutuhkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mengumpulkan data, menganalisis data, menginterpretasi data dan membuat kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemenuhan kebutuhan hidup Suku Anak Dalam sampai saat ini masih memiliki mata pencaharian yang bersifat tradisional, yaitu: berburu dan meramu, bercocok tanam (berladang), menangkap ikan dan menjual madu serta membuat kerajinan. Didalam seluruh kegiatan tersebut mereka memiliki seloko adat yang sampai saat ini masih dipatuhi dan menjadi kearifan lokal untuk menjaga hutan adat mereka. Dengan adanya kearifan lokal tersebut mereka dapat bertahan hidup sampai saat ini, dan hutan tempat mereka tinggal dapat terjaga dengan baik. Kearifan lokal dapat terlihat pada cara mereka membuka ladang, menangkap ikan, adanya hewan yang dilarang untuk berburu, alat-alat yang digunakan yang bersifat alami dan tidak merusak ekosistem yang ada di hutan, serta adanya daerah larangan dan upaya menjaga hutan dari orang-orang yang kurang bertanggung jawab. Jika terjadi pelanggaran maka akan dikenakan denda adat berupa kain panjang. Meskipun begitu saat ini Suku Anak dalam sudah sedikit mengalami pergeseran mata pencaharian hidup, karena adanya pembukaan perkebunan dan perumahan oleh perusahaan-perusahaan dan masyarakat luar yang menjadikan hutan semakin sempit dan berkurangnya sumber makanan.Dan penulis pada akhirnya menyimpulkan pola mata pencaharian hidup Suku Anak Dalam sudah mengalami pergeseran dengan adanya beberapa mata pencaharian baru, yang disebabkan semakin berkurangnya ketersediaan bahan makanan di hutan. Namun sampai saat ini pola mata pencaharian hidup Suku Anak Dalam masih bersifat tradisional dengan masih menjalankan aturan-aturan adat yang terdapat pada seloko.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorSimarmata, Tumpal195507071980031026
Call Number: 304.62 Sar p
Keywords: Migrasi; Adaptasi; Perubahan; Kebudayaan; Etnis Jawa; Etnis Simalungun.
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory. Demography > HB848 Demography. Population. Vital events
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial > Pendidikan Antropologi
Depositing User: Mrs Gusti Lisa Utami
Date Deposited: 02 Sep 2016 04:13
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/17240

Actions (login required)

View Item View Item