EFEKTIVITAS TEKNIK SENTUH/TIDAK SENTUH (TOUCH/DON'T TOUCH TECHNIQUE) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SEBAGAI USAHA PREVENTIF PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR (SD)

Nasrun, and Zulhaini, and Nasution, Nani Barorah (2015) EFEKTIVITAS TEKNIK SENTUH/TIDAK SENTUH (TOUCH/DON'T TOUCH TECHNIQUE) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SEBAGAI USAHA PREVENTIF PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR (SD). Research Report. Jurusan Bimbingan dan Konseling Unimed, Medan.

[img]
Preview
Text
Fulltext.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Saat ini upaya mengatasi kasus pelecehan seksual anak secara hukum telah ada undang-undang yang mengaturnya secara jelas. Namun yang kurang menjadi perhatian dalam dunia pendidikan, yaitu bahwa melalui institusi pendidikan dapat berperan aktif dalam menjadi tameng untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual pada anak. Namun yang juga perlu ditekankan bahwa, upaya pencegahan harus dilakukan secara komprehensif, artinya tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak (orang tua atau keluarga) saja, melainkan harus terintegrasi dengan pemerintah, lembaga kemasyarakatan, sekolah, tenaga profesional, yang memang memiliki konsentrasi terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Di Indonesia sendiri, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengakui banyak menerima pengaduan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak-anak, hal ini bedasarkan data yang telah dikumpulkan KPAI pada periode Januari hingga Maret 2014. Selama tiga bulan itu, terdapat 379 kasus yang dilaporkan ke KPAI, yang salah satunya adalah kekarasan seksual yang menimpa murid TK di Jakarta International School (JIS). Berdasarkan data yang telah dipaparkan diatas maka perlu dilakukan tindakan-tindakan preventif untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual pada anak. Sebagai institusi pendidikan, sekolah juga bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual pada anak. Guna mengatasi hal tersebut perlu diaplikasikan suatu teknik yang akan digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak tentang langkah-langkah yang harus dilakukan agar tidak terjadi kasus pelecehan seksual. Melalui penelitian quaisi yang akan diaplikasikan, anak akan mendapatkan informasi tentang Teknik Sentuh/ Tidak Sentuh (touch/do not touch), dimana pada dengan teknik ini anak akan mendapat pemahaman akan daerah pribadi pada tubuh, alat reproduksi dalam tubuh, anggota tubuh yang boleh disentuh atau tidak boleh disentuh. Teknik yang akan digunakan dalam penelitian ini dinamakan teknik sentuh/ tidak boleh sentuh (touch/do not touch). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bahwa diperoleh rata-rata pre-test X = 58,4,1 dengan nilai tertinggi 77 dan nilai terendah 49 serta standar deviasinya 8,7 Sedangkan untuk data posttest diperoleh nilai rata-rata post test Y = 75,3 dengan nilai tertinggi 89 dan nilai terendah 61 serta standar deviasinya 6.3. Berdasarkan data diatas maka dapat disimpulkan ada peningkatan pemahaman pada siswa sekolah dasar kelas 3 SD tentang bahaya dan bentuk pelecehan seksual, sehingga dengan meningkatnya pemahaman siswa diharapkan bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah pelecehan seksual pada siswa sekolah dasar.

Item Type: Monograph (Research Report)
Keywords: Pelecehan seksual; Teknik sentuh; Anak
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV6001 Criminology > HV6251 Crimes and offenses
L Education > LB Theory and practice of education > LB1025 Teaching (Principles and Practice)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
R Medicine > RC Internal medicine > RC321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry > RC346 Neurology. Diseases of the nervous system > RC435 Psychiatry > RC554 Personality disorders. Behavior problems
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Bimbingan dan Konseling
Depositing User: Mrs Harly Christy Siagian
Date Deposited: 03 Sep 2016 05:23
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/17114

Actions (login required)

View Item View Item