PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) IAA DAN KINETIN TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET NANAS (ANANAS COMOSUS L.)SIPAHUTAR SECARA IN VITRO

Simbolon, Mari Novalina (2014) PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) IAA DAN KINETIN TERHADAP PERTUMBUHAN PLANLET NANAS (ANANAS COMOSUS L.)SIPAHUTAR SECARA IN VITRO. Undergraduate thesis, UNIMED.

[img]
Preview
Text
409220028 COVER.pdf - Published Version

Download (56kB) | Preview
[img]
Preview
Text
409220028 lembar pengesahan.pdf - Published Version

Download (317kB) | Preview
[img]
Preview
Text
409220028 KATA PENGANTAR.pdf - Published Version

Download (239kB) | Preview
[img]
Preview
Text
409220028 ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (196kB) | Preview
[img]
Preview
Text
409220028 DAFTAR ISI.pdf - Published Version

Download (152kB) | Preview
[img]
Preview
Text
409220028 DAFTAR TABEL.pdf - Published Version

Download (116kB) | Preview
[img]
Preview
Text
409220028 DAFTAR GAMBAR.pdf - Published Version

Download (196kB) | Preview
[img]
Preview
Text
409220028 BAB I.pdf - Published Version

Download (340kB) | Preview
[img]
Preview
Text
409220028 BAB V.pdf - Published Version

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text
409220028 DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (280kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh zat pengatur tumbuhan yaitu IAA, Kinetin serta interaksi IAA dan Kinetin terhadap pertumbuhan planlet nanas (Ananas comosus L.) Sipahutar secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan YAHDI Perum Pelabuhan Jl. Lambung No.18 Tanah 600 Medan Marelan . Penelitian ini didesain secara acak lengkap dua faktor. Faktor pertama IAA dengan 4 konsentrasi yakni 0 ppm; 0,5 ppm; 1 ppm; 1,5 ppm. Faktor kedua Kinetin dengan 4 konsentrasi yakni 0 ppm; 1 ppm; 2 ppm; 3 ppm, dengan parameter persentase kontaminasi, waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun (helai) dan tinggi planlet (mm). Data dianalisis dengan ANAVA dilanjutkan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Jumlah ulangan 3, sehingga jumlah seluruh percobaan 48. Hasil penelitian menunjukkan jumlah planlet terkontaminasi sebesar 12,5 %, pemberian IAA berpengaruh nyata untuk semua parameter yakni waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun dan tinggi tunas. Waktu munculnya tunas paling cepat muncul pada minggu ketiga dan keempat MST (Masa Setelah Tanam), jumlah tunas 12,92 tunas , jumlah daun I1 54,03 helai, tinggi tunas I0,5 41.33 mm. Kinetin berpengaruh nyata terhadap waktu munculnya tunas, jumlah tunas, tinggi tunas tetapi tidak berpengaruh pada jumlah . Waktu munculnya tunas minggu paling cepat minggu ketiga dan keempat MST, jumlah tunas tertinggi K2 11.92, tinggi tunas tertinggi K0 49.17 mm sedangkan pada jumlah daun Kinetin umur 8 MST Fhitung 2,369 < F tabel 2,90. Dan untuk interaksi IAA dan Kinetin berpengaruh nyata terhadap semua parameter dimana rataan jumlah daun tertinggi I1K3 (IAA 1 ppm + Kinetin 3 ppm) 71,67 helai daun, jumlah tunas I0K0 (IAA 0 ppm + Kinetin 0 ppm) yaitu 18,33 tunas, tinggi tunas I0,5K0 (IAA 0,5 ppm + Kinetin 0 ppm ) yaitu 59 mm.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionNameNIP
Thesis advisorHarahap, Fauziyah196607281991032002
Call Number: 575 Sim p
Keywords: Nanas Comosus; Kultur Jaringan; Planlet; IAA; Kinetin; Sterilisasi Eksplan; Strerilisasi Alat
Subjects: Q Science > QR Microbiology
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Biologi
Depositing User: Mr Muhammad Iqbal
Date Deposited: 08 Apr 2016 08:34
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/10392

Actions (login required)

View Item View Item