PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN METAKOGNITIF DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Fauzi, Kms Muhammad Amin (2012) PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN METAKOGNITIF DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Jurnal Kultura, 13 (1). pp. 2832-2839. ISSN 1411-0229

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
FullText.pdf - Published Version

Download (295kB) | Preview

Abstract

Salah satu permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran matematika adalah rendahnya kemampuan koneksi matematis (KKM) siswa SMP sebagai hasil dari proses pembelajaran. KKM meliputi, koneksi antar topik dalam matematika, koneksi antara beberapa macam tipe pengetahuan, koneksi antara beberapa macam representasi, koneksi dari matematika ke daerah kurikulum lain, dan koneksi siswa dengan matematika. Keberhasilan dalam suatu pembelajaran tidak terlepas pada model pembelajarannya. Pembelajaran dengan pendekatan metakognitif memfasilitasi dan membekali siswa untuk membangun pengetahuannya secara aktif. Dengan membiasakan diri membangun koneksi antar matematika, misalnya konsep gradien, konsep kedudukan dua garis, konsep himpunan penyelesaian dan konsep koordinat Cartesius dapat meningkatkan tingkat inisiatif dalam belajar matematika, karena matematika bersifat hirarkis. Memandang matematika secara keseluruhan sangat penting dalam belajar dan berpikir tentang koneksi diantara topik-topik dalam matematika. Berdasarkan hasil analisis data, hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: 1) Secara keseluruhan terdapat perbedaan rata-rata kemampuan koneksi matematis ketiga kelompok pembelajaran (PPMG, PPMK, dan PB) dan masing-masing terjadi peningkatannya. Siswa yang mendapat pendekatan pembelajaran PPMG memperoleh rata-rata kemampuan koneksi matematis sebesar 29,045 sebelumnya 9,375 (N-Gain KKM sebesar 0,326) sementara siswa yang telah mendapat pembelajaran PPMK memperoleh rata-rata kemampuan koneksi matematis sebesar 26,857 sebelumnya 11,519 (N-Gain KKM sebesar 0,260) dan siswa yang telah mendapat pembelajaran PB atau konvensional memperoleh rata-rata kemampuan koneksi matematis sebesar 24,782 sebelumnya 9,316 (N-Gain KKM sebesar 0,279) dengan skor ideal KKM adalah 70. 2) Kualitas peningkatan KKM siswa berdasarkan kategori Hake (1999:1), yang mendapat pembelajaran PPMG termasuk dalam kategori sedang (0,3 < g &#8804; 0,7) sementara peningkatan KKM siswa yang mendapat pembelajaran PPMK dan pembelajaran PB termasuk dalam kategori rendah (g &#8804; 0,3). 3) Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran (PPMG, PPMK, dan PB) dengan level sekolah (tinggi, dan sedang) terhadap peningkatan KKM siswa. Hal ini juga dapat diartikan bahwa interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan level sekolah tidak memberikan pengaruh secara bersama-sama yang signifikan terhadap perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa. Perbedaan peningkatan KKM lebih disebabkan oleh perbedaan pendekatan pembelajaran yang digunakan dan perbedaan level sekolah dan 4) Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran (PPMG, PPMK, dan PB) dengan kemampuan awal matematika (KAM baik, KAM cukup dan KAM kurang) terhadap peningkatan KKM siswa. Hal ini juga dapat diartikan bahwa interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan KAM tidak memberikan pengaruh secara bersama-sama yang signifikan terhadap perbedaan peningkatan KKM siswa. Perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis disebabkan oleh perbedaan pendekatan pembelajaran yang digunakan bukan karena kemampuan awal matematika siswa.

Item Type: Article
Keywords: Koneksi Matematis; Pendekatan Pembelajaran; Pembelajaran Metakognitif
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Q Science > QA Mathematics
Divisions: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Matematika
Depositing User: Mr Aris Hadiana
Date Deposited: 30 Mar 2016 04:43
URI: http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/1012

Actions (login required)

View Item View Item